ALL OUT OR OUT !!

Rumus untuk sukses sangatlah sederhana, yaitu SERIUS. Bahasa yang lebih gamblang dari serius adalah ALL OUT (Remaja Tampubolon)

JANGAN BOSAN BELAJAR

Searching and Learning is where the miracle process all begins (Jim Rohn)

MINDER, AWAL DARI BENCANA

Semua orang dilahirkan sebagai pemenang. Lagipula, siapa sih yang tau Anda minderan kaalu bukan karena Anda yang memberi tahu ? (Ilnayuti Sari)

SUKSES = SUKA PROSES

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian (pepatah lama)

04 Februari 2015

Ini Mamaku :)


Merlion, Singapore, Januari 2015





Usia beliau 62 tahun pada bulan Mei nanti
Sejak usia 36 tahun sudah menjadi single parent, sejak papaku wafat di october 1990 dan sejak itu berjuang menghidupi 3 orang anak2nya. Aku, Rosa Puspasari dan Mahda Nita

Usiaku baru 15 tahun saat papa wafat, 3 SMP. Rosa 12 tahun di kelas 6 SD dan Nita 9 tahunan di kelas 4 SD

Mamaku selalu bilang "Mama gak bisa sekolahin tinggi2, palingan sampek D3 aja, terus lanjut kerja, kalau mau sekolah lagi silahkan aja tapi bayar sendiri". Jadi lah kami2 ini hanya di sekolahkan sampai D3 aja.

Untuk menyambung hidup membayar kebutuhan ini itu, mamaku menjual mobil peninggalan papa dan menjadikan garasi rumah kami menjadi toko sembako kecil2an. Kena tipu pembeli, pernah. Toko kecil kami akhirnya tutup karena ada banyak mini market yang buka di daerah tempat tinggal kami

Aku ingeeeet banget uang jajanku saat masih kuliah hanya 1500
Kalau mau daet uang lebih, disuruh jaga warung dulu sebelum kuliah

Walaupun hidup sangat sangat sederhana, mamaku mendahulukan kepentingan pendidikan diatas segalanya.

Aku mau les di LIA, boleh
Aku mau ikutan marching band, boleh
Yang penting setelah lulus kuliah, harus kerja

Permintaan mamaku gak macem2, yang penting anaknya mandiri walaupun gajinya kecil. gak pernah minta macem2 dibeliin ini itu, kalau ulang tahun gak pernah terlalu seneng juga kalau di kasih hadiah. Kalau dibeliin juga gak kepake oleh mamaku, jadilah akupun gak terlalu eager juga untuk kasih ini itu. Soalnya mamaku selalu minta "mentahnya aja" grin emoticon

Alhamdulillah di usia tuanya, kami anak2nya ganti2an maksa mamaku untuk ikutan liburan. Dubai, Italy, Spanyol, Prancis, Kamboja, Thailand, Singapur sudah dijelajahi oleh beliau plus bolak balik mekkah. Mama mau beli apa aja tinggal sebut, nanti anak2nya yang rebutan wujudin impiannya. Dulu setiap ke kondangan tetangga selalu repot cari angkutan umum, sekarang tinggal sebut aja, nanti ada supir yang anter kesana kemari.

Alhamdulillah, yang dulu gak bisa kami berikan, sekarang jadi bisa

Thank you Allah
Thank you Oriflame

03 Februari 2015

Sepenggal cerita dari GA 835

Leader di jaringanku yang di recognisi di Leaders Meeting atas pencapaiannya di C1 (Jan 2015)
Para Ibu rempong dengan 1, 2, 3 dan 4 anak





Semangat Pagi,

Tidak terasa sudah berada di Februari
Saya baru saja kembali dari rangkaian Executive dan Diamond Conference 2015 ke Thailand, Kamboja dan Singapura selama 14 hari, 17 - 31 Januari 2015. Acara yang luar biasa, ditraktir oleh Oriflame

Tapi saya gak mau cerita tentang jalan2nya saya. Karena itu semua bisa temen2 lihat di foto album facebook saya : www.facebook.com/ilnayuti.sari

Kali ini saya mau cerita apa yang saya alami di pesawat yang menerbangkan saya dari Singapura ke Jakarta, 31 Januari lalu

Executive team dapat jadwal paling akhir dibanding team lainnya. Berangkat dari Singapura pukul 1845 dengan GA 835. Cuaca saat berangkat alhamdulillah cerah. Pemeriksaan di imigrasi pun sangat cepat. Rasanya sudah tidak sabar ingin tiba di rumah, sebagus2nya hotel bintang lima, tetap lebih indah rumah sendiri walaupun kecil.

Saat itu ada rombongan umroh dari Lamongan menggunakan pesawat yang sama.
Saya lihat banyak diantaranya sudah sangat tua. Jalannya tertatih-tatih, beberapa diantaranya perlu dibantu dengan kursi roda.

Saya duduk di bangku 40H.
Saat itu di kanan saya duduk 2 orang bapak-bapak. Salah satunya sudah sangat tua sekali. Nampak kelelahan. Sejak awal penerbangan, beliau hanya diam dan sesekali mendekap tas umrohnya. Saya biasanya habiskan waktu dengan membaca buku, tapi karena penerbangan malam dan saya kurang nyaman membaca dalam penerangan yang redup, maka saya memilih untuk menonton video. Saya pilih "99 Cahaya di Eropa 2".

Sedang asik2 nonton, tiba2 bapak di sebelah saya minta jalan untuk ke toilet. Saat itulah saya melihat hal yang menggelikan. Beliau melepas sandal jepitnya dan berjalan tanpa alas kaki menuju toilet pesawat.

Hmmm ....
Saya awalnya mau capture moment itu dengan kamera saya
Tapi nggak jadi

Saya perhatikan sendalnya hanya sendal jepit biasa. Mungkin harganya tidak lebih dari 50 ribu. Kalau dilihat perawakannya, pasti banyak yang menduga bahwa beliau ini bukan orang kaya. Pastinya. Sendal jepit ... tas grup ... jaitan baju yang nampak kelonggaran ...

Iya, pasti bukan orang berada

Tapi itu tidak penting
Yang penting adalah isi pembicaraan saya dengan beliau

IL : Pulang umroh ya pak ?
BP : Iya mbak
IL : Dari Lamongan ?
BP : Iya mbak
IL : Dari jakarta nanti lanjut naik apa pak ?
BP : Baik bis mbak. Ada yang jemput dari travel umroh
IL : Oooo ...
IL : Enak ya pak bisa umroh
BP : Alhamdulillah ... kumpul duit sedikit sedikit
IL : oooo ... bapak kerja apa di Lamongan ?
BP : Tukang becak, mbak

*Takjub

BP : 17 tahun mbak, seribu seribu saya kumpulkan
IL : Sama Ibu pak, perginya ?
BP : Ibu sudah wafat, mbak
IL : Innalillahi wa inna illaihi roji'un

Pramugari menginterupsi karena ingin menyajikan makanan, ternyata team Oriflame sudah dipesankan makanan, kami makan duluan. Tidak lama kemudian saya melihat si bapak sudah tertidur

Sambil makan saya mikir ... orang miskin aja bisa mewujudkan impiannya. Beliau memang gak punya harta benda, tapi kaya semangat dan tekad kuat mewujudkan impian besarnya.

Speechless deh ... jadi malu sama diri sendiri
Udah di kasih kemudahan hidup begitu banyak, artinya tidak boleh lagi komplen dan males2an mewujudkan impian



03 Juli 2014

Executive itu ...

Sebuah kata yang dulu terdengar “keren”
Sebagai pekerja kantoran, dulu, saya sudah menduduki beberapa posisi yang menyandang kata “Executive”. Sebut saja : Executive Assistant to the CEO, Executive Secretary to Managing Director, Executive Interviewer. Kedengeran keren kan ? apalagi kalau sedang tukeran kartu nama dengan sesama executivers dari perusahaan lain. 

Sesuai namanya, saya juga dituntut untuk berpakaian rapi. Dulu belum pakai jilbab, jadi busana kantor formal jadi teman setia saya. Pakai rok selutut, blazer dari brand yang lumayan terkenal, sepatuh high heels. Di dalam tas gak ketinggalan sisir, alat make up, handphone, dompet yang isinya sering sekarat, tissue. Pokoknya penampilan harus resik, gitu. Walaupun pada kenyataannya, sisi jarang dipake, jarang touch up sehingga bedak awet banget. 

Dan kehidupan dari pagi hingga sore berkelana dari satu meeting ke meeting ala executive pun berhenti ketika saya tidak lagi berurusan dengan yang namanya gedung kantor. Sejak itu ada perasaan ‘kosong’ setiap kali melihat eksmud wara wiri di trotoar gedung-gedung perkantoran. Kapan ya bisa masuk kantor di gedung tinggi lagi. Ngiri.

Singkat cerita, 
Saat ini saya kembali menyandang gelar executive.
Kalau dulu di dampingi dengan kata Assistant ataupun Secretary, sekarang beda. EXECUTIVE DIRECTOR. Kalau dulu - saat nganggur -  setiap kali mengisi formulir pembukaan rekening bank selalu menuliskan “Ibu Rumah Tangga” pada kolom jabatan, kali ini memilih untuk mencentang jabatan “Director”. Kalau dulu mencentang “5.000.000 s/d 10.000.000” pada kolom “Penghasilan Rumah Tangga”, saat ini agak kesulitan menemukan angka yang tepat. Hueeek. Belagu. 

Kalau dulu - jaman masih ngantor - isi tas selalu resik, kali ini isi tas bercampur dengan kabel-kabel laptop, kabel handphone, mobile charger, gadget, kertas2 activity report, katalog 2-4 buah, buku bacaan obat bengong, flash disk. Ah !! inget flashdisk, jadi inget perjuangan jaman dulu. Ngejual flash disk lewat milis, nganterin orderan ke kantor-kantor di bilangan Sudirman - Thamrin. Dari dulu yang namanya si flashdisk ini jadi penyambung hidupku. Kalau dulu jualan eceran, kalau sekarang, isi otakku tumpah ruah tersimpan disana dalam bentuk materi slide trainings, templates, rencana kerja, foto-foto perjalanan luar negeri, semua tentang Oriflame. 

Hidup dulu dan sekarang, banyak perubahan walaupun yang dialami nyaris sama. Ketemu orang. Dapat gaji bulanan. Ketemu penolakan. Ngurus anak sekolah. Liburan di akhir pekan. Kongkow bersama teman. Dateng ke kondangan pernikahan. Nemenin anak ke pesta ultah teman. Belanja bulanan. Bayar tagihan-tagihan. Sama. Gak ada yang beda. Semuanya adalah pengulangan-pengulangan aja. Hidup tuh ya, gitu gitu aja. Yang beda tuh perasaannya.

Ya coba aja kalau hidup sedang terbatas. Pendapatan dirasa gak sepadan. Apa terbebas dari undangan pernikahan kerabat ? kan enggak. Namanya diundang, dateng dong. Tapi saat terbatas, kita pasti mikir “kasih angpau berapa ya ? kantong lagi tiris. Pakai baju yang mana ya ? masak yang itu lagi itu lagi”. Ya ini contoh. Gak enak pastinya di posisi kayak gini. Saya pernah, dont worry. Pernah. Rasanya ? gak enak. 

Jadi kalau saat ini hidup kita sedang terbatas, coba rasakan dan tanyakan pada hati  : Apakah kehidupan semacam ini yang saya inginkan ? Bila jawabannya TIDAK, maka segera lakukan hal yang berbeda. karena peristiwa hari ini yang masih terbatas itu, akan tetap berulang, dijamin bakalan keulang lagi, keulang terus, tapi pastikan Anda mengalaminya dengan perasaan yang BEDA 

Video : https://www.youtube.com/watch?v=77ndZagP30g 

27 Mei 2014

Target 1,2 Milyar per bulan

Suatu hari di awal bulan ini, saya dan mbak Desiana duduk-duduk di Starbucks Citos, biasa deh, kerja harian disana. Bukaaan, bukan sebagai barista :D

Hari itu saya memesan minuman alkali untuk konsumsi sekeluarga sebulanan. Janjian dengan si suppliernya untuk drop di Citos aja, gak usah janjian di rumah. Setelah memindahkan belasan dus ke mobil, si supplier, bapak2, melihat katalog Oriflame dan bertanya ke supir. Jadi ini nih ceritanya supir aku yang cerita bahwa ada bapak2 supplier yang minat untuk tau tentang Oriflame

“Katalog apa tuh pak ?”
“oh itu, Oriflame. Ibu kan kerjain Oriflame”
“ohhh ini MLM kan ya ?”
“Iya, tuh ibunya ada di Starbucks, kalau mau ketemu saya telponin dulu”

Singkat cerita datangnya 2 orang bapak2 menemui saya dan mbak Dessy.
Tanya2 dikit, saya jelasin se-pas-nya aja. Yang penting mampu dicerna dan dipahami si bapak

“Ohh, jadi target pribadi kita tuh cuma 600 ribu ya bu ?”
“Iya, berapapun bonusnya, untuk mendapatkan performance discount target nya ya 100 BP aja, setara 600 ribuan it, pak”
“Wah, mudah ya … saya kepala cabang bu, Pegang beberapa outlet, se depok bogor itu target saya 1,2 M setiap bulan”
“Ya gak sulit sih, makanya emak2 kayak saya bisa ngerjain ini”
“Produknya juga gak berat ya bu, gak kayak saya, angkat2 dus, berat, butuh tempat”

Sepulang dari sana saya menghitung2 sendiri. 

Begini, MLM itu ibarat bisnis buka cabang
Kalau kamu punya toko 1 biji, omsetnya 10 juta.
Mau punya omset 20 juta, ya buka toko 1 lagi di daerah lain
mau omset 100 juta, buka 10 toko
Simple

nah, MLM tuh sama. Gitu juga
Mau punya omset 1 juta sebulan ? sendirian bisa
Mau punya 20 juta ? jualan sendirian ? ya gempor. Buka cabang dengan mengajak teman untuk memiliki omset pribadinya. Sekumpulan omset pribadi akan menjadi omset grup Anda.

Nah, balik lagi soal target 1,2 Milyar itu ya ..
Saya jadi berhitung

Begini, di Oriflame, untuk menjadi seorang Senior Manager (21%) , maka Anda wajib memiliki omset senilai 10.000 BP. Setara dengan 63 jutaan. Pendapatan SM = 5-6 jutaan

Kalau kamu mau jadi seorang Gold Director, maka kamu wajib memiliki 2 grup 21%
Omset grup 2 x 63 jutaan
Pendapatan kamu : 8 jutaan
Perjalanan keliling dunia 1x
Cash Award 14 juta

Kalau kamu mau jadi Diamond, kamu harus punya 6 grup 21%
Omset senilai 6 x 63 jutaan
Pendapatn kamu : 25-30 jutaan
perjalanan keliling dunia 2x setahuan @2tikt
Cash Award 42 juta
Mobil CRV

Nah, saya jadi mikir, kalau omset nya 1,2 Milyar. 1.200.000.000, maka kalau itu ibaratnya saya menjalankan Oriflame, setidaknya saya memiliki 18 kaki
Ini setara dengan Sapphire Executive Director
Incomenya diatas 100 jutaan sebulan
Keliling dunia 3x setahun, dimana 2 diantaranya mendapatkan 4 tiket
Car program

******

Yup, saya tidak bisa menyamakan perhitungan pendapatan antara bisnis Konvensional dengan MLM
Namun bagi seorang salesman, marketing, konsultan atau apapun lah namanya, sebuah target adalah angka yang harus dicapainya. Baik itu secara individu maupun kelompok. 

Biasanya bagi seorang manager membagi targetnya kepada sales2 di bawahnya, sehingga setiap sales memiliki target pribadi. Nah, apa bedanya dengan MLM dong. Sama aja kan ? sama2 punya target pribadi

Jadi, tidak ada pekerjaan di dunia ini tanpa target
Semua ada target nya

******

Namun sayang 2 bapak itu belum memutuskan bergabung
“too good to be true” katanya
“masak sih bu, bisa segitu besar pendapatannya ?”

Heee, saya tidak bisa berkata apa2 lagi setelah beberapa fakta di depan mata sudah dia liat sendiri kan :). Biar akal dan pikirannya saja yang mengolah apa yang saya dan mbak Dessy sajikan saat itu


30 April 2014

Power Women Collection - Promo C5 2014

Dear Non Member

Bulan Mei, 1-30, 2014
Join Oriflame hanya Rp 9,900
Uang kecil ... sering diabaikan
Uang segitu, untuk memulai sebuah bisnis, masih banyak yang meragukan
Mau tanya2 dulu biar lebih jelasnya, boleh kok





01 November 2012

MODAL KECIL UNTUK IMPIAN YANG BESAR




TANYA ILNA ? BOLEH 
ilnayuti.sari@gmail.com

MAU LANGSUNG DAFTAR ? BOLEH BANGET 
http://simplebiznet.com/?id=ilna
lalu KLIK GABUNG SEKARANG

KTP + BUKTI TRANSFER 39,900 kirim ke ilnayuti.sari@gmail.com

*****

UANG PENDAFTARAN DI TRANFER KE : 
PT. ORINDO ALAM AYU
CIMB Niaga - Cabang Lippo Plaza
A/C 440-01-00229-00-7
BCA - Cabang Wisma GKBI
A/C 006-300189-6
Bank Mandiri - Cabang Melawai
A/C 126-0005016562

29 Oktober 2012

Kasus Hilangnya iPad Fadlan


Kali ini mau posting yang gak ada hubungannya dengan Oriflame.

***

Kadang berasa nelangsanya tinggal di negara sendiri di Indonesia tercinta ini adalah ketika kita harus berhadapan dengan hukum, sebagai pihak yang seharusnya mendapat perlindungan hukum. Terlihatlah individu-individu yang sebetulnya bekerja kurang maksimal.

Tanggal 29 October 2012 honda CRV saya B 111 LNA memenuhi kewajibannya untuk service, sebelumnya sudah mendapat pemberitahuan/reminder dari sms Honda. Tadi pagi setelah mendrop Fadlan (ke sekolah) dan saya (ke Citos), mobil langsung berangkat ke Honda Fatmawati.

Singkat cerita mobil tidak perlu service besar. Tercatat mobil keluar dari bengkel pukul 11.45 menuju Citos. Setelah menjemput saya ke Citos, seperti biasa saya berangkat ke sekolah untuk menjemput Fadlan. Kali ini karena ada urusan untuk mengambil pembantu rumah tangga yang baru, maka kami berangkat langsung menuju Gambir, lewat Fatmawati. Tepat di depan Honda Fatmawati, Fadlan mencari2 iPad nya yang tadi pagi dia letakkan dibawah selimut mobil. Alangkah terkejutnya dia karena yang dia temukan hanya casing iPad nya saja. iPad nya tidak ada !.

Mobil langsung berputar balik kea rah bengkel Honda Fatmawati.
Disana saya dilayani oleh Pak Amin (yang juga menjadi petugas service yang menangani mobil saya pagi ini). Saya ceritakan kronologisnya dan beliau cukup kooperatif dengan langsung menghubungi atasan dan pihak terkait untuk penyelidikan internal. Saya katakan “saya harus liat cctv ya pak”, beliau bilang “oh iya bisa bu, ada beberapa cctv disini”. Beliau pun mengurus ke dalam.

Saya menunggu cukup lama sampai-sampai Fadlan sempat tidur siang di ruang tunggu. Lalu Pak Amin kembali bilang “bu, kami sudah cek tapi di cctv gak keliatan”, saya katakan “maaf pak, saya gak bisa percaya begitu saja. Saya harus melihat cctv nya”. Lalau ia berkata “o ibu mau lihat ya, kalau gitu bertemu dengan atasan saya bu, silahkan”. Saya lupa nama ybs, intinya beliau bilang “kita sudah selidiki, tapi gak ada bu. Saya juga sudah panggil security nya, tapi sudah ditanya, gak ada bu”. “Saya harus liat cctv pak” beliau bilang “ini kan untuk pemanggilan juga harus ada HRD, kebetulan HRD kita gak ada dan itu gak bisa cepet bu”. Saya bilang “Pak !, ini harus CEPAT, kalau ternyata benar  malingnya disini, besok sudah lain cerita, ini harus ditantaskan hari ini. Saya gak bisa percaya begitu saja dengan hasil penyelidikan bapak, saya HARUS bawa polisi ke sini, saya juga harus liat CCTV nya, memangnya bapak mau memelihara karyawan maling kalau memang benar  ada maling disini ?”

Saya tidak bisa terima prosedur berbelit-belit.
Buat apa ada CCTV kalau ternyata ada kasus seperti ini masih sulit sekali untuk bisa melihatnya bersama. Untuk apa ada HRD kalau tidak bisa bersikap dan bertindak cepat dan tegas terhadap kasus seperti ini ? Memang betul, belum tentu hilangnya iPad di bengkel Honda Fatmawati, tapi kalau mereka berpihak kepada customer/pelanggan, mereka harus gerak cepat membantu menelusuri agar mereka juga bisa cepat memberi bukti bahwa ternyata memang malingnya bukan disitu. Dan mereka bukan orang yang kompeten untuk menginterogasi Mereka tidak punya ilmu Mendeteksi Kebohongan.

Setelah itu akhirnya saya menunggu lagi. Saat menunggu, pak Amin menghampiri saya dan berkata “ibu mungkin bisa menghubungi rumah ibu jangan-jangan iPad nya ketinggalan ?. DAMN !!!!! iPad itu di pakai main tadi pagi oleh Fadlan di mobil.

Akhirnya saya menghubungi suami agar cepat ke bengkel Honda Fatmawati dengan membawa polisi. Dan saat ini suami saya sedang berada di kantor polisi sudah melaporkan kronologisnya dan suami bilang “ini lagi nunggu polisinya ma, mau kesana sama polisi”.  “Polisinya lagi ngapain ? aku harus buru2 ambi pembantu nih di kantor temen”. Suami bilang “Lagi makan dulu”.  GREAT !!!! (Pukul 15:52)

Beginilah Indonesia dan kantor pelayanan pelanggan.
Bersambung

******

Update !
Saat ini (16:27) saya sedang di taksi bersama Fadlan menuju kantor teman untuk mengambil pembantu di Gambir. Mobil, supir dan suami sudah bersama 2 orang polisi di bengkel Honda Fatmawati. Tetap praduga tak bersalah ditegakkan, tapi berhubung mobil seharian ini lebih lama ngendon di bengkel maka otomatis kami perkarakan ke bengkel :). 

25 Oktober 2012

7 Tahun Lagi


Jadi, sore tadi saya duduk dengan salah satu coreteam saya
Blio ini masih galau soal kerjaannya yang sumpah bejibun dan bukan kerjaan sembarangan. Blio ini juga dipercaya untuk memegang jabatan penting. Income nya 200 juta setahun. Setahun yaaa. Hari gini karyawan dimana punya income 200 juta setahun ? yang 10 juta sebulan aja masih jarang, kok J.

Kami menyusun rencana membangun jaringan.
Dimulai dari mana ? BERESIN COMMUNICATION FLOW
BERESIN HOW-TO nya

Setelah itu … saya kasih gambaran …
“Coba yuk kita lihat berapa potensi penghasilan loe 10 tahun ke depan”
“Berapa gaji setahun saat ini ?” – 200 juta, il.
“Berapa % kenaikan income loe setahun?” – 10%
“Okey yuk kita liat berapa income loe dari tahun ke tahun hingga 10 tahun ke depan.

2012  à 200 juta
2013 à  220 juta
2014 à 242 juta
2015 à 266 juta
2016 à 293 juta
2017 à 322 juta
2018 à 354 juta
2019 à 389 juta
dan di sini saya brenti …
“Udah deh, gak usah 10 tahun, 7-8 tahunan ini aja nih liat penghasilan loe segini. Gak sampe 400 juta setahun, di usia 44 tahun, di saat anak usia 15 tahun, siap2 mau SMA, disaat umur gak muda lagi”

“Ayo kita bandingkan apa yang akan terjadi di Oriflame 7-8 tahun ke depan, dengan asumsi setahun sekali naik level”

2013 – Level Director
2014 – Gold Director
2015 – Senior Gold Director
2016 – Sapphire Dir
2017 – Diamond Dir
2018 – Senior Diamond Dir
2019 – Double Diamond Dir
Total Cash Award : 225 juta

Akhirnya aku bikin tabel begini

KONDISI 7 TAHUN KE DEPAN – 2019
Yang di dapat
Kantoran
Oriflame-an
Posisi
Dept Head
Double Diamond
Income Per tahun
 +/- 400 juta
+/- 700 juta
Ke luar negeri
U/ bertugas, belum tentu ada, 1 th sekali, cari tiket murah, hotel murah
u/ liburan, 2 tiket, Gold Conf, Diamond Conf, tiket dan hotel kelas bintang 5
Mobil
Gak dapet
CRV 380 jutaan, hak milik
Asuransi Jiwa/Kesehatan
Dapet sesuai plan kantor
Beli sendiri, premi 5 juta/tahun (RS kelas VIP)
Bonus Tahunan
Tergantung : Untung ? dapet. Kalo rugi ? gak dapet
Cash Award setahun sekali diusahakan titel baru, total 225 juta
Jam Kerja
08-17
Flexible
Keluar Rumah
Jam 6 pagi, masuk rumah jam 7 malam
Flexible
Habis waktu di jalan
4 jam sehari
Bisa kerja dirumah
Stressful ?
YA
TIDAK/Bisa diatur sendiri
Setelah Pensiun
Gak dapt gaji
Ada Passive Income

Nah dari sini, mau kerja kantoran 7 tahun lagi ?
Mau kerja kantoran disaat usia 40 tahunan ?
Mau ngabisin waktu di jalan dimana kesehatan kita juag dipertaruhkan ?

So ?
Kamu masih kerja kantoran ?
Coba hitung sendiri, dan putuskan